Menunggu waktu untuk hancur
" Aku selalu merasa benar-benar mengenal diriku sendiri, yah itu menurut ku namun, kenyataannya berbanding terbalik, aku tidak suka hal itu, aku tidak suka saat sesuatu tidak sesuai dengan prinsip, nilai dan moral ku. Yah tanpa ku sadari aku adalah orang yang idealis dan perfeksionis, dua kombinasi yang sangat gila. Aku selalu ingin terlihat tenang dan aku sering memberi nasihat kepada temanku untuk tidak terlalu memikirkan perkataan buruk orang lain tentang diri kita, yah itulah tutur ku, tapi bagaimana dengan diriku sendiri? Apakah orang lain melihat ku sebagai orang yang tak terlalu peduli mengenai penilaian orang-orang? Aku tidak tahu, yang aku tahu adalah tanpa ku sadari aku tidak seperti dan sehebat yang aku pikirkan, aku bukan tidak peduli perkataan orang lain, sejujurnya hal itu menghantui hari-hari ku, berpura-pura tidak peduli dan berkata kepada diriku sendiri seolah tidak ada yang terjadi adalah caraku mengatasinya, jika kita pernah mendengar kata-kata motivasi seperti "You better strong than you think"maka apa yang aku alami tidak lah begitu, "you're not strong than you think" Itu adalah kata yang sangat tepat untuk ku. Aku adalah orang yang sangat menghargai sesuatu, tak mudah bagiku untuk membuang dan melupakan sesuatu, terkadang aku menghargai, bersikap sangat baik kepada seseorang karena dia pernah berbuat baik kepada ku, aku juga menghormati, menghargai, bahkan mungkin sedikit menyukai nya karena aku pernah berbagi kisah indah dengan nya dan dia pernah membuat hari-hari ku terasa lebih hidup. Aku bagaikan orang yang berjalan jauh membawa sejuta kenangan yang sangat banyak sehingga membuat langkah ku terasa sangat berat, sulit untukku maju jika aku terlalu terikat dengan berbagai hal di masa lalu. Aku berharap kalau aku bisa seperti seorang laki-laki yang hebat, gentleman, menyayangi dan bersikap kepada orang-orang tanpa pamrih, dan rela berkorban demi orang lain seperti seorang karakter fiksi, terdengar seperti harapan dari seorang anak umur 7 tahun, yang ku lakukan hanyalah fokus menjadi seperti apa aku ingin menjadi, tidak salah termotivasi dan terinspirasi oleh karakter fiksi, tapi terlalu naif untuk menjadi seperti itu, aku adalah seorang manusia dan karakter fiksi adalah seorang yang sangat ideal. Terkadang karena hal ini aku terlalu merasa bertanggung jawab terhadap perasaan orang lain, membuat ku terlalu merasa bersalah terhadap orang lain, memiliki empati dan hati yang lembut adalah yang hal baik namun, aku membuat nya terlihat buruk. Manusia juga bukan makhluk yang sempurna, sudah sewajarnya mereka memiliki kelemahan dan aku harus mulai belajar untuk mewajari hal hal itu, tak masalah marah, tak masalah menangis, mungkin sesekali aku tidak harus selalu memikirkan perasaan orang lain. Menganggap sesuatu sebagai hal yang sangat berharga, menyukai dan mencintai hal-hal yang pernah terjadi juga tidak masalah, namun harus selalu ingat kalau hal itu adalah momen yang indah yang pernah terjadi, dan tak bisa di ulangi, tak perlu dilupakan atau di buang tapi hanya perlu di ikhlas kan, kalau aku tidak berubah, mungkin tinggal menunggu waktu saja untuk hancur.
Komentar
Posting Komentar